Hari adalah rahasia yang tidak pernah diketahui oleh manusia tentang apa yang akan terjadi didalamnya. Hari bahkan terkadang membuat manusia ragu untuk melangkah didalamnya. Tapi jika doa menjadi awal untuk menyambut hari, maka kekwatiran menjadi akhir sebelum hari dimulai. Bersandarlah pada Tuhan disetiap perjuanganmu dalam menempuh hari-harimu dan ingatlah bahwa Tuhan akan selalu memperhitungkan setiap jerih lelahmu dalam mengerjakan pekerjaan di dalam DIA.
Dalam perjalanan dan ziarah ini, mungkin pernah terluka dan melukai, tapi karena itu kita dapat belajar tentang bagaimana menghargai, menerima, berkorban, dan mempertahankan. Mungkin pernah membohongi dan dibohongi, tapi dari itu kita dapat belajar tentang kejujuran. Andaikan kita tak pernah melakukan suatu kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tak akan dapat belajar tentang arti dari meminta dan memberikan ma’af. Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, baik yang diisi dengan keburukkan, maupun dengan kebaikkan, sungguh tak akan terulang kembali, namun ada satu hal yang tetap dapat kita lakukan, yaitu: terus belajar dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik. Tidak perlu memikirkan baik, buruk dari apa yang kita lewati, tetapi bagaimana yang telah kita lewati dapat menjadikan kita lebih dewasa.
Ditebing waktu 2015, ketika kita menatap mentari; mintalah padanya amanat kebijaksanaan untuk memberi kasih tanpa pamrih. Ditepi rentetan luka hidupmu, ketika kita menatap embun pagi, mintalah padanya belaian dan kesegaran hidup tanpa henti. Jangan pernah malu pada mentari, begitupun pada embun. Tersenyumlah selalu pada mereka karena mereka adalah pelabuhan nan damai, tempat sang inspirasi kehidupan bersandar
Di penghujung Dua ribu lima belas (2015), ada banyak kisah juga banyak cerita;
Kisah dan cerita tentang: cinta, persahabatan. Ada canda, tawa; suka, tangis; duka. Dua ribu lima belas (2015), bukanlah sekadar judul sebuah lagu, tetapi lagu tentang kehidupan; bukan judul sinetron; namun di dalamnya ada peran kehidupan. Dua ribu lima belas (2015) adalah saksi dalam perjalanan hidup.
Dari hari kehari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan Dua ribu lima belas (2015) akan berganti. Dua ribu lima belas (2015) mengajari kita banyak hal,
Mengajari kita untuk memulai sesuatu. Biarkan kenangan dihari ini menjadi cerita dihari esok, karena esoka akan ada cerita yang baru, dan biarkan cerita dihari esok menjadi tantangan yang penuh dengan misteri yang harus diperjuangkan agar dapat dan dimampukan untuk melewatinya dengan baik.
Trimakasih Tuhan; Trimakasih buatmu orang tua, nenek. saudara/saudari, sahabat, teman dan pencinta tanpa nama yang tercinta; atas segala kebersamaan sepanjang Dua ribu lima belas (2015). Dalam beberapa hari yang tersisa di tahun Dua ribu lima belas (2015) ini. Lembaran Dua ribu lima belas (2015) ini akan ditutup. Sebelum masa ini berakhir; ku ingin menyampaikan satu hal yang kita semua tahu: “Jika ada salah, tulislah diatas debu, biar hilang ditiup angin, dan ukirlah maafku dikalbu hatimu agar tak hilang dihempas badai”.
Dua ribu enam belas (2016)... kutunggu hadirmu.