Senin, 08 September 2014

BERJALAN DALAM MASA

Seratus tiga puluh Sembilan tahun (139 thn) sejak keberadaannya di tengah umat, SVD telah banyak memberikan warna tersendiri bagi karya pewartaan Kerjaan Allah teristimewa di daerah-daerah yang belum tersentuh oleh Injil Yesus, Sang Sabda Ilahi. Seratus satu tahun (101 thn) yang lalu SVD sampai pula di tanah air Indonesia dalam mewartakan Sang sabda; dan keberadaannya di Indonesia seabad lebih ini telah membawa pula suatu masa dan perubahan dalam hampir semua aspek kehidupan menyangkut hidup dan kehidupan bangsa dan anak bangsa ini teristimewa daerah dan mereka yang tersentuh oleh para missionaris di bumi pertiwi. Dewasa ini, para missionaris Serikat Sabda Allah telah memberikan sesuatu kepada setiap kita, setiap daerah dimana para missionaris SVD berkarya. Dalam karya, misi serta pelayanannya ini SVD tidak berjalan sendiri, tetapi didukung oleh setiap kita baik dengan doa-doa, perhatian dan kepedulian terhadap misi penyelamatan manusia dari kuasa kegelapan dosa dan kebutaan kita akan Kasih dan Cinta Tuhan dalam Sabda-Nya yang tertuang dalam Injil Suci.
Serikat Sabda Allah (SVD) sejagad merayakan ulang tahunnya yang ke 139 tahun berkarya dan 101 tahun berkarya di Indonesia. Patutlah kita turut berbahagia dan bersykur kepada Tuhan, karena atas penyelenggaraan-Nya lah SVD tetap eksis dalam mewartakan Sang Sabda.
Selamat Ulang Tahun Serikat Sabda Allah, dan selamat untuk semua anggota Serikat Sabda Allah dimanapun berada.

Allah Roh Kudus, kami bersukacita hari ini mengingat peristiwa Pentekosta pertama, ketika Engkau turun atas para Rasul dan Bunda Maria. Engkau membimbing gereja ke tengah dunia untuk memulai misi apostoliknya dengan penuh sukacita. Sebagai pembimbing tak kelihatan, Engkau telah membentuk dan melahirkan Serikat Sabda Allah. Engkau selalu mendampinginya, memenuhinya dengan rahmat sehingga bertumbuh subur dan menghasilkan buah dalam kebun anggur Tuhan. Penyelenggaraan cinta sejati-Mu, memungkinkan kami menjadi anggota Serikat, untuk menjadi pengikut-pengikut Kristus. Sebagaimana para Rasul, kamipun mempersembahkan seluruh hidup untuk mewartakan Injil. Terimakasih untuk anugerah sebesar ini. Kami ingin memperbaharui persembahan diri kami. Segala yang ada pada kami adalah anugerah cinta-Mu semata. Kami mempersembahkan semuanya kembali kepada-Mu. Jadikanlah kami milik-Mu selamanya. Allah Roh Kudus, kami mohon perlindungan-Mu bagi Serikat Sabda Allah. Peliharalah semangat kami untuk mempersembahkan diri, dan kuatkanlah gelora semangat kerasulan kami. Terangilah dan kuatkanlah para pemimpin kami, untuk melaksanakan tugas dengan baik dan bijaksana seturut kehendak-Mu. Berkatilah semua karya missioner para Imam, Bruder, Guru dan siswa kami. Dengan rahmat-Mu, gerakkanlah hati para penderma dan misionaris awam, untuk membantu karya pewartaan Injil di seluruh dunia. Jagalah mereka selalu dalam segala karyanya dan teguhkanlah iman mereka kepada-Mu. Dalam segala yang kami lakukan, jadikanlah kami hamba yang siap sedia bagi sabda Allah, senantiasa bertumbuh dalam iman, harapan dan cinta, selalu diteguhkan oleh kekuatan tujuh kurnia-Mu, semakin bersatu erat dalam persaudaraan sejati, agar usaha-usaha kami dapat dilaksanakan dengan bijaksana demi pembangunan dan pengembangan kerajaan Allah di seluruh dunia. Allah Roh Kudus, sebagaimana yang dijanjikan, Engkau datang ke dunia sebagai penolong untuk melanjutkan dan meneguhkann karya Kristus, penyelamat kami. Kurniakanlah kami rahmat ini: selalu percaya kepada-Mu dan menjadi sarana yang senantiasa berguna karena limpahan daya rahmat-Mu untuk menghasilkann buah demi kebesaran kemuliaan kerajaan Allah kami. Kemuliaan dan hormat bagi-Mu selama-lamanya. Amin (Vad. SVD 106.1)

Dihadapan Terang Sabda Allah dan Roh Pemberi Karunia, lenyaplah kebutaan manusia tak beriman; dan semoga Hati Yesus hidup dalam hati semua manusia. Amin

Rabu, 05 Februari 2014

AKU ADA DISINI

Hasrat ini merindu..
merindu ketika jemari tangan tak bersentuhan,
merindu ketika bola mata tak menyatu dalam satu tatapan
merindu ketika satu tulisan menggantikan hadirmu
merindu ketika kesetiaan
terasa menjadi satu perjuangan
untuk dapat tetap berada di sini dalam Cinta.
Aku ada di sini
untuk terus menjadi cinta
dan mencintaimu.
Ingin ku paparkan pada langit satu tulisan tentang kita
agar keindahan bisa terlihat jelas
tetapi biarlah...
aku telah memilih hatimu untuk menuliskan penaku
tentang cinta yang tak termakan oleh jarak dan waktu
Aku ada di sini...
untuk menjadi setia
Setia menari di atas awan-awan rindu
mengisikan waktu untuk terus menikmati hadirmu
Tak ingin pergi
walau mendung akan mendatangkan guntur dan hujan
Aku ada di sini..
untuk bahagiamu
cintailah aku seperti aku mencintaimu
walau hujan badai mendapati kita di perjalanan ini
Jangan berlari menjauh
untuk berteduh di bawah atap hati yang lain
aku telah membuat atap kasih sayang untuk kita;
di hatiku”.

Minggu, 19 Januari 2014

TERBUNGKAM DALAM CERITA

Menagih pada bulan
akan cakrawala malam yang karam
rapi oleh jutaan bintang
mengapa ia setia di sana
di setiap malam-malamnya?
Sesekali hasrat memaksa bintang-bintang
untuk memberi satu jawaban pasti
mengapa ia begitu indah di penghujung mata?
sering bermain angan menjebaki realita kehidupan..
tetapi terasa tertangkap pada satu kenyataan yang tepat
untuk tidak berkomitmen banyak,
atau harus mencari alasan untuk membenarkan diri
karena sesungguhnya
semuanya di ciptakan untuk menjadi pelengkap
bukan menjadi milik seorangpun.
Terbungkam karena penghujung ceritera itu
bagai menatap kosong pada kenyataan
atau impian terbentur pergumulan
perlahan hilang di pagi yg baru
ibarat embun pagi di terpa cahya mentari.
Tertegun menyemangati jiwa
merapikan pikiran untuk tidak berlari
mengejar bayangan semu
berdiri dengan kaki pada titik kepastian
walau hati mengajak aku untuk menangis dikedalaman.
Tidak!!!!
Aku ingin berhenti di sini..
pada titik yang ku gariskan..
tak peduli berapa kali lagi deretan kata
mengucapkan salam.
Yang pasti mentari tetap di atas langitku
menuntun ceritera pada setiap putaran rotasinya.
Ceritera....
terbungkam aku di dalammu
bukan berarti aku kalah
di dalammu ku paparkan lembaran baru
tentang terang di tengah malam.