Kau datang lagi dalam pagi..
bagai ibu yang bijaksana
hening suaraMu menyapaku.
Aku diam dan tak dapat menghindari adanya dirimu
lembut sapaMu..
menyegarkan aroma nafas pagi
desahmu menghantar aku
pada hijauh daun kehidupan.
diiring desau angin
Engkau larutkan aku dalam pesonaMu pagi ini
menyantap dedaunan didahan kering.
mengajakku berjalan melewati lorong hidup
menyaksikan berlaksa masa yang lewat
semuanya menyudutkan aku dalam debu ziarah ini.
Aku seperti setitik debu pada alas kakiMu
Kau injakkan aku menjadi semakin tak berarti
aku semakin nista di hadapanMu.
Debu pada alas kakiMu Kau terbangkan
menempel pada dinding kehidupan
dengan desah nafasMu
Kau terbangkan lagi
dan aku semakin jauh dariMu..
aku tersadar;
aku yang hanya sebutir debu
Kau himpunkan pada debu-debu yang lain
aku Kau bentuk bersama debu yang lain
menjadi suatu tanda kebesaranMu
dalam bejana hidup diriku dan dirinya.
Jagalah bejanaMu yang Kau bentuk dari debu ini.
