Jumat, 20 September 2013

FAJAR DUA SATU SEPTEMBER

Penantianku telah lama
mencari dan terus mencari..
Mencarimu bagai bertukar hari
aku datang ketika malam menjemput
pagi ku jelang,
namun tak satupun kata terucap dari bibirmu.
Ingin ku bagi dan ku kisahkan semuanya
namun tiada sapa ku dapat.
Dalam penantianku aku bertutur;
‘rinduku bertalu
namun tak juga rindumu menyahut’.
Aku boleh meminjam kata;
'Tuhan, kalau dia bukan bagianku,
jangan berikan dia bagian selain aku,
karena Kau tahu rinduku, hatiku, harapku'.
Dingin hatimu padaku;
semua karena egoku
aku tak mau tahu denganmu,
aku tak peduli denganmu.
semua tuturmu seolah angin lalu.
Ketika aku sadari itu,
mendengar lagi tuturmu
semuanya menjadi baru.
Aku tak menyangka, masa itu datang lagi
beri harap aku menjadi diriku.
Usul, saran, nasehat bahkan teguran
membersihkan degil hatiku.
Aku sadari semuanya,
tiada yang menjadi alasan untukku
bahwa aku telah seperti itu.
Aku mau berubah,
karena katamu semua ada waktu
Usur usiaku tidak menjadi alasan untuk tidak berubah.
Karena dalam usiaku ini,
aku menjadi semakin degil.
Kedegilanku menjadi perhatianmu
tutur bijakmu mengajakku untuk berubah;
semoga egoku tidak menjadi alasan
aku tidak dapat berubah
perhatianmu mengalahkan kebencianmu;
kini kau telah memilih
kau telah memutuskan untuk seperti sekarang
namun kau tetap menjadi yang terindah
karena....
kau adalah harmoni dalam keberagamanku.