Setelah berkisah tentang kesibukkan dan kegiatan diakhir tahun ini dengannya walau hanya via telpon, aku sejenak meluangkan waktu ke Taman Kota. Perjalananku ditengah hiruk pikuk Kota sambil memperhatikan segala aktifitas yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang hilir mudik didepanku. Segala kesibukkan yang dilakukan diakhir tahun ini membuatku sejenak merenung dan bertanya diri; “untuk apa harus sibuk dengan yang akan pergi, untuk apa juga menyibukkan diri dengan yang akan datang? Tohh akan dilewati dan akan menjadi kenangan, dan yang akan datang akan diterima dan dijalani”. Memang “iya” karena semua yang ada dan pernah ada akan lewat. Namun; apakah harus sibuk dengannya? Dengan semua yang ada? Menikmati yang lewat dan yang akan datang, mungkin lebih baik. Apapun situasinya, apapun kondisinya, apapun persoalannya, suka ataupun duka; DINIKMATI SAJA. Dan ketika merenung seperti ini, datanglah dua orang remaja putri; berperawakan menarik dan masih sangat muda duduk bersebelahan denganku. Tentunya tempat umum seperti ini menjadi salah satu tempat persinggahan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para remaja untuk mengakhiri hari terakhir di tahun ini.
Dengan udara Taman Kota yang cukup sejuk, membuatku kembali dengan sepenggal tanya yang sempat muncul dalam pikiranku tadi. Namun tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara dari salah satu dari kedua remaja putri itu. “Sendirian om?” “Iya, tante. Berdua ya?”; Jawabku. Merasa lucu dengan jawabanku (dengan sapaan tante; walau mereka masih remaja), kedua remaja itu cengar cengir. Dan bertanya lagi padaku: “mmmm sudah berkeluarga ya?” “Iya, sudah. Jawabku. mana pasangannya om?” “Ada tu, di rumah. Kami dikaruniai banyak sekali anak sehingga beliau tidak dapat meninggalkan yang masih kecil. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan kami setiap hari saja kami harus berjalan dari kota ini ke kota seberang untuk menjual sedikit hasil yang diperoleh dari menggarap lahan orang; jawabku. “Napa tidak diajak jalan-jalan?”; tanyanya lagi. Kalau jalan, takutnya urusan dirumah tidak beres. Sementara anak kami yang berumur dua tahun satu bulan satu hari; hari ini, harus selalu dijaga karena selalu rewel kalau tidak diperhatikan. Tanpa disadari waktu menunjukkan pukul 12:00, dan dengan sedikit alasan, akupun segera meninggalkan Kawasan Taman Kota itu. Ketika akan melangkahkan kaki meningglkan kedua gadis itu, salah satu gadis yang hanya diam sejak percakapan itu menanyakan namaku dan identitasku yang lain. Sejenak aku berhenti memberitahukan nama dan identitasku yang ditanyakan dan si gadis memberitahukan namanya, tetapi gadis yang satu tersipu malu setelah diberitahukan tentang yang sebenarnya. Kataku kepadanya: “Santai saja ad... Memang seperti itu, kita belum pernah saling jumpa , tentu juga kita belum saling kenal.”
“Maaf ya kak, saya tidak tahu”; Jawabnya. “Iya, tidak apa-apa ad. Trimakasih untuk hari ini, trimakasih untuk 2015. Selamat Natal ya ad, dan selamat menyongsong tahun baru; 2016; Kataku lagi.
“Iya, selamat Natal dan Tahun Baru juga buat kak, dan salam buat semua disana.”: Jawab mereka hampir bersamaan. “OK, trimakasih ad. salamnya akan disampaikan.”
Sampai jumpa lagi.