Selasa, 29 Oktober 2013

TERTAWA DALAM KEBOHONGAN HATI


“Walau ekorku putih,
tetapi masih saja ada nodanya”
terkungkung masa lalu
membuat jelas nodanya.
Kepicikan duniamu
membawamu larut didalamnya
mereka tidak tahu
hidup yang sesungguhnya dijalani.
Sakit terasa mengobati luka lama yang ada
tetapi sesakit apapun itu
haruslah diobati.
Larut dalam kelamnya masa lalu,
membunuh orang yang menyayangi kita.
Bersamamu aku kenang
masa kelam yang telah kusam,
hatimu telah terrtutup pintu untuk setiap mereka.
Katamu; “engkau lelah mengikuti kata hatimu,
ingin pergi menemui ibu
agar tak ada lagi air mata
yang membuat sedih ayahmu,
kamu tidak tahu rasanya dihina”.
Katamu pula; “jangan sayangi aku lebih dari apapun,
karena aku tak ingin menodai rasa itu.
Cerita ini hanya aku yang rasa
kisah ini hanya satu yang tahu
keluarga tidak ada yang tahu apa yang kurasakan”.
Katamu; “itu hanyalah share antara aku dan kau”.
Akhir kisahmu engkau berkata;
“Aku tak mau besok mataku bengkak karena menangis,
maafkan aku bila belum dapat menyayangi kamu
seperti rasa sayang kamu ke aku”.
Menyadarinya;
bahwa mengenalmu adalah bagian dari hidup.
Dalam perjumpaan itu
aku merasa telah menjadi sahabat dalam perjalanan..
menjadi sahabat yang dapat memberi
dan menghargai kebebasan sahabatnya.
Semoga persahabatan itu abadi
bersama sang waktu.
Berani melepaskan
karena itu konsekuensi dari "Mencintai",
ada luka, kecewa, marah,
tetapi semua itu tidak ada artinya
jika lilin panggilan
yang Tuhan nyalakan di tungku hati padam
karena hasrat cinta manusiawi.
Lihat embun di pagi hari..
dia setia di setiap pagi..
begitupun juga cara Tuhan
yang tidak pernah lupa
bahwa kita rapuh..
buatlah apa yang menurut diri mampu...
yang tersisa biarkan Tuhan yang melakukannya untukmu..
tiada kata putus asa..
Setiap kita mempunyai masa lalu, masalah, dan masa depan.
Raihlah masa depanmu dengan menjadikan masa lalu,
dan masalah sebagai pijakan untuk melangkah
meraih masa depan.
berjuanglah untuk keluar dari kemelut hati.
Dengan kemauan yang kuat,
kamu pasti dapat melihat keindahan-keindahan baru.

TERTAWA DALAM KEBOHONGAN HATI

Kisahmu ibarat pepatah;
“Walau ekorku putih,
tetapi masih saja ada nodanya”
terkungkung masa lalu
membuat jelas nodanya.
Kepicikan duniamu
membawamu larut didalamnya
mereka tidak tahu
hidup yang sesungguhnya dijalani.
Sakit terasa mengobati luka lama yang ada
tetapi sesakit apapun itu
haruslah diobati.
Larut dalam kelamnya masa lalu,
membunuh orang yang menyayangi kita.
Bersamamu aku kenang
masa kelam yang telah kusam,
hatimu telah terrtutup pintu untuk setiap mereka.
Katamu; “engkau lelah mengikuti kata hatimu,
ingin pergi menemui ibu
agar tak ada lagi air mata
yang membuat sedih ayahmu,
kamu tidak tahu rasanya dihina”.
Katamu pula; “jangan sayangi aku lebih dari apapun,
karena aku tak ingin menodai rasa itu.
Cerita ini hanya aku yang rasa
kisah ini hanya satu yang tahu
keluarga tidak ada yang tahu apa yang kurasakan”.
Katamu; “itu hanyalah share antara aku dan kau”.
Akhir kisahmu engkau berkata;
“Aku tak mau besok mataku bengkak karena menangis,
maafkan aku bila belum dapat menyayangi kamu
seperti rasa sayang kamu ke aku”.
Menyadarinya;
bahwa mengenalmu adalah bagian dari hidup.
Dalam perjumpaan itu
aku merasa telah menjadi sahabat dalam perjalanan..
menjadi sahabat yang dapat memberi
dan menghargai kebebasan sahabatnya.
Semoga persahabatan itu abadi
bersama sang waktu.
Berani melepaskan
karena itu konsekuensi dari "Mencintai",
ada luka, kecewa, marah,
tetapi semua itu tidak ada artinya
jika lilin panggilan
yang Tuhan nyalakan di tungku hati padam
karena hasrat cinta manusiawi.
Lihat embun di pagi hari..
dia setia di setiap pagi..
begitupun juga cara Tuhan
yang tidak pernah lupa
bahwa kita rapuh..
buatlah apa yang menurut diri mampu...
yang tersisa biarkan Tuhan yang melakukannya untukmu..
tiada kata putus asa..
Setiap kita mempunyai masa lalu, masalah, dan masa depan.
Raihlah masa depanmu dengan menjadikan masa lalu,
dan masalah sebagai pijakan untuk melangkah
meraih masa depan.
berjuanglah untuk keluar dari kemelut hati.
Dengan kemauan yang kuat,
kamu pasti dapat melihat keindahan-keindahan baru.

Jumat, 20 September 2013

FAJAR DUA SATU SEPTEMBER

Penantianku telah lama
mencari dan terus mencari..
Mencarimu bagai bertukar hari
aku datang ketika malam menjemput
pagi ku jelang,
namun tak satupun kata terucap dari bibirmu.
Ingin ku bagi dan ku kisahkan semuanya
namun tiada sapa ku dapat.
Dalam penantianku aku bertutur;
‘rinduku bertalu
namun tak juga rindumu menyahut’.
Aku boleh meminjam kata;
'Tuhan, kalau dia bukan bagianku,
jangan berikan dia bagian selain aku,
karena Kau tahu rinduku, hatiku, harapku'.
Dingin hatimu padaku;
semua karena egoku
aku tak mau tahu denganmu,
aku tak peduli denganmu.
semua tuturmu seolah angin lalu.
Ketika aku sadari itu,
mendengar lagi tuturmu
semuanya menjadi baru.
Aku tak menyangka, masa itu datang lagi
beri harap aku menjadi diriku.
Usul, saran, nasehat bahkan teguran
membersihkan degil hatiku.
Aku sadari semuanya,
tiada yang menjadi alasan untukku
bahwa aku telah seperti itu.
Aku mau berubah,
karena katamu semua ada waktu
Usur usiaku tidak menjadi alasan untuk tidak berubah.
Karena dalam usiaku ini,
aku menjadi semakin degil.
Kedegilanku menjadi perhatianmu
tutur bijakmu mengajakku untuk berubah;
semoga egoku tidak menjadi alasan
aku tidak dapat berubah
perhatianmu mengalahkan kebencianmu;
kini kau telah memilih
kau telah memutuskan untuk seperti sekarang
namun kau tetap menjadi yang terindah
karena....
kau adalah harmoni dalam keberagamanku.

Selasa, 23 Juli 2013

TERLALU PAGI

Aku pernah berjanji
aku takkan hidup tanpa rasa
namun ketika aku melaluinya
lebih baik hidup tanpa rasa.
Ketulusan dalam persahabatan
Menyadarkanku bahwa aku tak sendirian
kehadiran seseorang mampu hadirkan harapan.
Namun…
mencari yang tulus itu sulit
mencari yang jujur itu susah
apalagi mencari yang sempurna
itu ketakmungkinan.
Aku berusaha untuk menepati janjiku
tapi aku tak mampu mewujudkannya;
janjiku terlalu pagi.
Seperti seorang pelaut
Pikiranpun terpisah
Berlayar dibawah langit nitrogen yang biru dan luas
sampai hatiku hanyut
dimana warna biru timbul tenggelam karena kelelahan.
hati tersesat, lenyap entah kemana
bersama kawanan unggas melintasi cakrawala hati.
Aku tak bisa jadi sahabatmu untuk selamanya
karena aku tak hidup untuk selamanya.
aku tak akan jadi sahabatmu untuk saat ini
maupun yang akan datang
karena kamu adalah lebih dari sahabatku;
kamu adalah bagian dari hidupku.
Bersamamu ada banyak kisah yang belum terkisahkan
bersamamu, ada banyak cerita yang sudah terpatri
dalam dadamu aku mengelana
sepanjang musim berganti.
Pada atap hatimu,
rasa ini pernah aku titipkan.
Namun…
ternyata percayaku terlalu pagi
semuanya seperti akan berlalu.
Aku tak ingin mengenangnya dalam duka,
aku ingin atap hati
kembali melindungi ruang asa ini.
jangan biarkan aku menangis
sebagai akhir dari kisah yang pernah ada
dan yang ingin kamu lupakan
karena aku sosok lemah dan rapuh dalam ketiadaan.
Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya,
namun karena rasa ini;
aku mengatakannya juga.
pada istana hatimu,
kutitipkan rasaku.

Senin, 17 Juni 2013

ADAKAH?

Ada kisah..
ada kata..
ada-ada saja..
ada waktu yang pergi
ada waktu yang datang.
semuanya bersembah pada satu kalimat yang sama;
ada apa dengan semuanya?
Aku begitu cepat memberi kesimpulan
pada apa yang terjadi
ketika aku berjalan menyusuri panas
hati bertanya pada apa yang kucari.
Aku bagai termakan sinar
terik cahaya siang membakar semangatku
untuk mencari dan menemukan makna
menemukan arti sebuah nilai persaudaraan.
Pada Dia yang empunya aku berseru..
ingin aku katakan yang sebenarnya
namun aku hanya menemukan sebuah jawab
‘engkau masih dalam sebuah pencarian.’
Aku telah mencari
bahkan dalam lorong kelampun
aku telah mencari
mungkin ada sebuah inspirasi aku temukan disana.
Berpotret cahaya kota
disela hiruk pikuk taman itu
aku diam….
biarkan nalarku memberi jawab.
Semuanya ada dalam sepi
sejauh tiada penolakkan
tetapi menerima kesuyian sebagai situasi
dimana dapat menemukan dan merenungkan makna dari hidup.
TamNos membuat gerah dan pusing
angin keras dapat membawa semua hasil permenungan sepi.
Apa yang sebenarnya dicari?
Kesepian?
Itu sudah dimiliki..
Keramaian?
Membosankan..
Semuanya itu terasa tak cukup.
Dalam permenungan, bertanyalah..
Apa yang membuat gerah?
Situasi sekitar?
Atau bathinlah yang gerah?
Aku seperti terbawa kegerahan
aku jadinya bosan dengan semuanya
semuanya membawa pada kebosanan
dan akhirnya tandus hidup tanpa setetes air penyejuk hidup.
Tak terasa..
sebatang dua kuhabiskan
naluriku terus mencari
menghitung waktuku terkikis dayaku
aku bagai semakin jauh.
Mencari dan menemukan harapanku
aku tak tahu..
ini hanya egoku
mencari dan terus mencari ditengah kebisingan
gundah hatilah jawab semuanya.
tamnos asyk disiang sunyi
sepi..
sendiri..
temukan makna tiada tercari
semuanya kembali pada tanya atas ebuah pencarian.
Ditaman itu..
Aku hanya bernostalgia
pada lampu taman
aku berkisah
padanya aku berceritera
kisahku bersamanya..
Semoga lampu taman memberiku jawab
memberikan terang gundah hati ini
Teruslah mencari
Maka fakta itu akan ditemukan
Tetapi..
apa yang dapat ditemukan di TamNos?
tak ada yang ditemukan disana.
Kutuliskan kisahku hari itu
dalam rangkaian kata tak berkenan
namun itulah rasa dalam sunyi.
Disana aku ingin melihat kecantikan alamiah penghuninya
namun disanapun tiada kujumpa..
diam.. sunyi.. sepi.. tetap menjadi sahabatku.
Sore itu, dalam kisah tak bertanggal
aku jumpai makna kata yang kutunggu sepanjang sekian tahun
depan hadirat-Nya
ungkapkan tulus hati
terpancar bag bedug bertalu
hati bergetar.
ternyata ada rasa dibalik kisah.
Hingga tiba malam..
ungkapan kata hatimu merobek sukma
tatkala semua itu terjawab lewat kisah
kenangan terindah dalam masaku.
Semuanya indah dan akan tetap abadi..

Jumat, 07 Juni 2013

TOBAT DI SENJA

Lama kulalui bersama belahan jiwa
ada senyum, ada air mata
semuanya menjadikan indah hidup ini.
tiada yang kusesali
semuanya kusyukuri
berkat melimpah kudapati
tetapi kadang aku tak berpuas diri.
Kupinta ampun pada-Mu, ya Tuhanku
karena aku lemah
aku tak dapat menemukan-Mu dalam hariku.
Terasa hampa dalam hariku
aku rindukan tetes cinta-Mu.
aku seperti lelah mencari kasih-Mu
rinduku bertaluh menanti nyata
dalam hadirnya Kasih-Mu.
Kasih-Mu dalam hadirnya,
dalam hadir mereka.
dosa dan usiaku makin bertambah
namun kasih-Mu tiada kuberi
tiada kubagi.
Aku ego..
saat damai dan bahagia bersamaku
dia yang menjadi musuh
menjadi penopangku.
Ketika aku jauh dan jatuh
aku berseru; Tuhan, dimanakah Engkau?
Kumohon jangan tingggalkan aku.
Tobatku datang kala senja usiaku
Namun Dikau yang Kuasa tak sudi aku terpuruk
jatuh dan tenggelam dalam lumpur nista.
Waktu-Mu dii usiaku ini
Kau berikan tuk aku sadar dari semua
dosa dan salahku Kau ampuni.
Kiranya disaat ajalku,
Aku layak dihadirat-Mu
karena kupercaya, dosaku telah Kau ampuni.
Tuhan, terimalah tobat dan syukurku

Rabu, 05 Juni 2013

MASALAH, MASA LALU dan MASA DEPAN

Awal kata:
"jangan sia-siakan".
 Saling pengertian ibarat;
Cermin menatap dirimu,
engkau menatapnya
tapi engkau tidak tahu siapa dirimu.
kau ucapkan doamu,
tapi mereka tidak peduli..
tetapi masih ada yang peduli.
Cinta akan selalu hadir membawa luka.
andaikan tidak mau terluka,
jangan coba-coba untuk mencintai
mencintai harus berani terluka dan dilukai.
karenanya akan menemukan tulus suatu cinta.
Jangan pernah berharap masa lalu akan datang kembali.
Seindah apapun masa lalu itu
tetaplah masa lalu.
Setiap kita mempunyai masalah,
masa lalu dan masa depan.
masa lalu dan masalah ada
untuk membentuk suatu masa yang baru;
masa depan.
Jangan pernah membandingkan orang yang mencintaimu
dengan orang dimasa lalumu.
Cintai orang yang mencintai kamu dengan apa adanya,
jadikan masa lalumu sebagai jalan
untuk memperbaiki masa depanmu.
Tidak selamanya keinginan kita menjadi yang terbaik
pikiran seperti bayang-bayang
melayang dan tidak dapat meninggalkan bendanya.
itulah atmosfir kehidupan.
lewat lagu ingin luapkan semuanya..
walau lebih sering terdengar sumbang daripada indahnya,
namun bila dinikmati,
maka yang dihasilkan adalah: irama
yang membawa kepada ucapan syukur,
karena itu, kepada setiap kita diberi satu nada
untuk disusun dengan nada-nada lain
sehingga mengahasilkan irama yang indah.
begitupun dengan cinta.
Nada-nada cinta dihasilkan lewat syair yang tertuang
dalam alunan melodi hidup.
Cintapun ibarat roda yang menggilas
setiap orang yang mengikuti geraknya.
karena tanpa gilasan,  cinta tak dapat dirasakan,
namun ketika cinta digilas,
betapa indahnya cinta itu.
Karena cinta-Nya
kita masih diberi waktu untuk merangkai syair-syair
menyusunnya menjadi kalimat cinta.
Sang cinta memberi diri
agar semakin nyata cinta itu.
Desah nafas-Nya menguatkan setiap kita
suara-Nya menenggelamkan kita
dalam harapan cinta akan terajut lagi.
Kita yakin,
Dia menyembunyikannya dari kita
agar kita mencari dan terus mencari
arti dan makna dari cinta yang sesungguhnya.
Mendengar suara-Nya mungkin tak tahan
suara-Nya menggetarkan yang mendengarnya
sehingga yang mendengarnya
menanggapinya dengan "YA" atas suara-Nya itu.
mengajak kristal dimata memancarkan kilaunya,
karena Dia masih mendengar
jeritan anak-anak-Nya.
Mengingat semuanya,
mengajak sebagian kita tersedak adrenalin.
Diakhirnya kita sadar,
Mungkin kita lupa katakan maaf,
namun sekian waktu kita menunggu,
itulah maaf bagi kita, maaf bagi mereka.
Dalam kata tak bermakna
sampaikan isi dalam hati:
"Aku tidak pernah salahkan kamu karena cinta
akupun tidak pernah salahkan kamu
Kalau aku sakit hati,
karena selama ini pula
aku sudah bertahan dalam rasa itu.
Semua yang kamu lakukan dan katakan
membuatku cemburu, bahkan sakit.
Tetapi karena rasa yang ada,
aku tetap bertahan untuk menjaga hati ini;
Hati yang mencinta,
karena Dia yang dicintai
telah lebih dahulu mencintaimu.
Cinta-Nya kuat melebihi cinta yang lain.
karena itu, akhir katapun
"jangan sia-siakan" cinta-Nya itu.

Hati yang mencinta adalah:
"Mencintai-Nya dan mencintai semua.

Kutitipkan ini buat adik, "teman", "sahabat", dan kenalan yang telah memberikan jawaban "YA" atas suara-Nya. Baik yang pertama, dan untuk setahun maupun untuk yang "kekal".

SHALLOM

VISTA

Sabtu, 18 Mei 2013

VENI CREATOR SPIRITUS

Dalam banyak budaya lokal tradisional, dikenal proses inisiasi yang menandai masuknya orang tersebut ke masa dewasa. Inisiasi berarti meninggalkan satu periode lama dan memasuki periode baru dengan pola hidup dan tanggungjawab yang berbeda pula. Dalam banyak hal, orang yang sudah dinisiasi dituntut untuk tampil secara dewasa dan menyumbangkan sesuatu demi kehidupan bersama.
Hari raya Pentekosta adalah adalah satu peristiwa inisiasi iman para murid Tuhan. Setelah sekian lama hidup dan bergantung pada Yesus, kini mereka dituntut untuk hidup mandiri. Kemandiriannya itu memberikan mereka ruang gerak ysng besar untuk berefleksi dan mengekspresikan imannya dalam bentukk yang menurut mereka layak. Namun sejalan dengan itu, merekapun dituntut untuk menyebarkan iman dan menjadi teladan bagi umat.
Setiap kali kita merayakan peristiwa Pentekosta, kita merayakan inisiasi iman yang menuntut tanggungjawab yang lebih besar. Tanggungjwab ini lebih bersifat partisipatif, yakni turut serta dalam karya missioner Kristus.
Hari ini kita merayakan pesta Pentekosta, pesta turunnya Roh Kudus atas para Rasul. Oleh karena dijiwai oleh Roh Kudus, mereka menjadi saksi Kristus yang tangguh dan beriman, serta berani mengatakan kebenaran.
Peristiwa turunnya Roh Kudus, bukanlah suatu peristiwa yang sekali terjadi dan tidak akan pernah terulang lagi. Roh Kudus turun ke atas kita ketika kita dibaptis, dan pada saat itu kita telah menjadi kenisah Roh Kudus. Oleh karena itu, Roh Kudus tetap menyertai kita, hanya kita kurang  bahkan tidak menyadarinya.
Dalam situasi hidup yang penuh dengan kesulitan dan tantangan, kita sungguh sangat membutuhkan Roh Kudus. Tetapi apakah kita terbuka dan membiarkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus?
Pada hari raya Pentekosta, kita berdoa dan bernyanyi: “Utuslah RohMu, ya Tuhan, dan kami akan diciptakan baru. Engkau akan membaharui seluruh muka bumi”.
Semangat yang menjiwai dunia kita dewasa ini adalah semangat yang bertentangan dengan yang dilukiskan oleh Santu Paulus sebagai hasil karya Roh Kudus. Seluruh muka bumi kita diwarnai oleh persaingan. Semakin sering kita mendengar tentang globalisasi, pasar bebas seluas dunia ini yang akan memicu persaingan bebas dalam segala bidang kehidupan, dengan tujuan memperoleh keuntungan sebesar mungkin demi kepentingan diri sendiri dengan cara yang tidak manusiawi; menindas dan menyingkirkan yang lemah.
Di mana ada persaingan, di situ ada orang yang kalah, disingkirkan bahkan dimatikan dalam persaingan.
Dewasa ini ada ratusan juga orang yang disingkirkan, yang hidupnya dirusakkan, yang dikorbankan di atas altar dewa mamon yang semakin kuat dan berkuasa.
Kita tidak dapat menyangkal kenyataan dan kebenaran yang sedang terjadi di bumi nusantara ini. Sekarang ini bukan ke-Tuhan-an yang Maha Kuasa tetapi keuangan yang berkuasa atas hidup kita.
Bukankah ini suatu pencemaran terhadap martabat kita sebagai kenisah Roh Kudus?
Semangat persaingan, saling menghancurkan, saling memfitnah, saling menyingkirkan dan saling mematikan inilah yang dilawan oleh Roh dan semangat dari Allah sendiri. Sebab di mana Roh Tuhan berkuasa, di situlah hidup semua orang dapat berkembang dalam semangat solidaritas, sambil mengusahakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama, bukan kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri atau segelintir orang.
Mengusahakan kebahagiaan dan kesejahteraan  bersama inilah buah dari Roh Kudus yang mau membaharui muka bumi dengan jalan membaharui dan mentobatkan hati kita.
Ada suatu peristiwa yang biasa  tetapi aneh pada saat itu. Seoranh teman mempunyai anak kecil. Mereka kedatangan seorang tamu asing yang membawa serta anak kecil juga. Kedua anak itu mempunyai bahasa yang sangat berlainan. Tetapi dalam waktu yang relatif singkat, keduanya bisa saling berkomunikasi, bermain dan kesannya saling mengerti satu sama lain.
Keduanya asyik berteman tetapi menggunakan bahasa yang berlainan. Waktu itu ada orang tuanya keheranan dan berpikir mengapa bisa jadi seperti itu? Dan sampai pada satu kesimpulan sementara, harap ini keliru, mereka bisa saling berkomunikasi, meski pun bahasanya tidak sama, karena saat itu mereka menggunakan “Bahasa Kasih, Bahasa Hati”. Hati mereka begitu polos, tanpa prasangka buruk dan begitu terbuka tanpa menutup-nutupi apapun yang ada dalam hati mereka. Hati yang terbuka inilah yang mendorong mereka untuk saling berteman, berkomunikasi, dan memudahkan saling pengertian. Orang tuanya lalu berkata dalam hati; "bahasa Roh Kudus seperti itu."
Roh Cinta Kasih yang ada dalam diri manusialah yang mendorong orang untuk terbuka dan mau membuka isi hatinya kepada orang lain, sehingga terciptalah komunikasi dan dialog persaudaraan.
Roh Kuduslah yang memungkinkan orang saling mencintai lebih dari segalanya. Oleh sebab itu, “Jangan kamu menyedihkan Roh Kudus yang berdiam di dalam dirimu, karena di dalam Dia, kamu telah dimeterai…. Sebaliknya, hendaklah kamu baik hati seorang terhadap yang lain dan hidup dalam cinta kasih” (Ef. 4:30-32; 5:2).
Yesus Kristus memberikan kita kesempatan untuk memancarkan kasih-Nya dan kebaikan-Nya kepada setiap orang yang kita jumpai dalam ziarah hidup kita di bumi ini. Ia sendiri mengatakan: “Biarkanlah terangmu bersinar di depan mereka, supaya dengan melihat perbuatanmu yang baik, mereka akan memuliakan Bapamu di surga.”
Kepada kita dianugerahi rupa-rupa karunia untuk bersaksi tentang keselamatan dan perdamaian dunia. Maka keterlibatan kita dalam aneka bentuk pelayanan merupakan perwujudan yang paling nyata akan kehadiran Kristus dalam misi penyelamatan bangsa manusia dan memperbaharui wajah dunia.
Kita tidak mempunyai apa-apa untuk memberikannya kepada orang lain. Tetapi kita mempunyai kewajiban untuk menolong orang lain supaya menjadi baik dan berbahagia, dengan menggunakan bahasa Roh yaitu “Bahasa Kasih-Bahasa Hati” secara jujur dan terbuka.
Roh Kudus akan membaharui kita kalau kita: "MengijinkanNya, Menerima kedatanganNya, Berhenti menolakNya."
Tetap berharap padaNya dalam segala hal.

Senin, 22 April 2013

CINTA BISU

Aku kenang masamu,
aku ingat kisahmu,
masamu, kisahku menyatu.
Engkau yang mendatangkan semuanya,
aku hanya dapat menjalaninya.
Aku pasrah....
tak dapat lari dari rasa ini.
semuanya ada dalam diam.
Aku luluh dihadapanmu,
mencintaimu adalah takdirku
namun aku hanya mampu mencintai dalam diam.
aku tak tahu ada rasa itu darimu.
Semoga Dia membuka hatimu,
karena aku sungguh mencintaimu
bukan karena dalam diam
aku mencintaimu..
tetapi karena benar aku mencintaimu.
Namun..
engkau tak membuka hatimu untuk dicintai.
Jika engkau ditakdirkan untuk tidak mencintai,
biarlah dalam diam aku mencintaimu.

Jumat, 19 April 2013

IMPIAN DALAM SUNYI

kematangan hidup didapat melalui batu ujian. Kesabaran hidup diperoleh melalui macam persoalan; hadapilah semuanya dengan tenang.Penggalan kalimat penuh makna yang mungkin hanya sekedar sebuah ungkapan mungkin juga hanya luapan rasa ketika semuanya itu akan berakhir. Kembali terngiang semua yang hampir musnah kembali menjadi sebuah harapan. Namun ketika semuanya itu semakin nyata dalam harapan, aku terlarut dalam kesunyian.Sunyi itu memang sunyi, namun diantara sunyi ada impian yang tersirat. Disana ada harapan akan adanya sebuah masa. Waktu demi waktu aku berusaha untuk menjadi kuat,, namun semakin aku berusaha, aku menjadi semakin lemah tuk hadapi semuanya. Aku berusaha bangkit, merakit impian dalam kesunyian untuk beranjak mencari apa sebenarnya yang ada dalam kesunyian itu.Memang ada sunyi, namun sunyi itu adalah sesuatu, lebih dari yang diharapkan. Benar bahwa; sunyi itu ada karena dalam kesunyian ada harapan untuk membentuk diri, mengenal dirimu. Sunyi itu ada dan selalu ada  untukmu dan untukku.Adakah engkau berpikir bahwa diantara sunyimu ada aku yang selalu ada untukmu? kalau benar bahwa aku ada untukmu, adakah sunyi itu bermakna bagimu? Ataukah sunyimu tiada sesuatu dalam kesunyian? Mungkin kita berbeda dalam memaknai kesunyian. apa yang direnungkan dalam kesunyian adalah sebuah penemuan diri.Namun apakah benar yang terjadi itu benar-benar akan terjadi seperti yang kurasakan kini? kalau memang benar katakanlah dalam sunyimu sesuatu yang dipikirkan karena disana ada jawaban menanti semua yang ditawarkan.Akhirnya, permenunhgan sunyiku berakhir tanpa suatu penemuan, karena engkau tak juga mengerti akan adanya aku dalam sunyi. Namun beginilah akhirnya pengorbanan selama ini sia-sia; tak ingin aku ulangi masa ini, akupun tak ingin mengulangi kisah ini, karena kisahmu dan kisahku seperti ada dalam kesunyian.

Rabu, 27 Maret 2013

ASAL KAMU TAHU

Sekilas tentang masaku yang hilang
aku adalah insan tidak mampu
aku sadar akan adanya diriku
aku menjadi semakin rapuh dalam ketiadaan
namun aku tak ingin menjadi seperti yang kamu mau
karena aku masih mempunyai satu asa dalam diri
bahwa aku masih dapat bertahan dalam ketiadaanku.
Mungkin bagimu aku adalah pribadi yang rapuh
namun dalam perkiraan pikiranmu itu
aku menjadi sadar akan semuanya
aku telah terpaut dalam adanya rasa buatmu.
Rasamu itulah yang membuatku menjadi manusia tanpa rasa.
Aku terpengaruh dalam jalan pikiranmu
namun semuanya sudah menjadi hal yang lalu.
Kujalani hidupku dengan terus melawan alur pikirmu
Semuanya menjadi sesuatu yang membias dalam setiap langkah kaku
telusuri tapak panggilan ini.
Harapku..
kaupun mampu melupakan yang sia-sia
hal yang maya dalam adanya dirimu.

Minggu, 24 Maret 2013

HOSSANA PUTRA DAUD

Yesus pada hari-hari ini menghadapi hari-hari gelap; menghadapi pengadilan dan hukuman mati. Orang mengatakan dan ahli hukum mengatakan: “bila hukum melawanmu, bicaralah tentang fakta-fakta; bila fakta-fakta melawanmu, bicaralah hukum. Bila hukum dan fakta melawanmu, menghindarlah.” Menghadapi kedua hal ini, Yesus tidak mengelak dan Dia tetap maju. Dia memasuki kota Yerusalem dengan segala kemegahan, diiringi ribuan rakyat. Peristiwa ini sungguh menggemparkan. Berlainan dengan para raja/pejabat zaman ini turun lapangan dengan mengendarai mobil, dikawal dengan pasukan berlapis. Yesus memasuki kota Yerusalem sebagai Raja Abadi dengan menunggang keledai, bukan dengan kuda tunggang yang gagah atau mobil mewah. Keledai bodoh dipilih sebagai tunggangan kemuliaan, makluk sederhana tetapi bekerja keras dan seringkali membawa beban berat. Raja Mulia dan Abadi memilih cara ini menjadi kekuatan untuk tetap maju. Dialah Raja tersalib. Dia maju berjalan sampai Kalvari dan kematian-Nya.

Terpujilah Dia Yang Datang Atas Nama Tuhan

Semoga Yesus Sang raja yang memasuki Kota Yerusalem, memasuki dan merajai hati kita, agar hidup kita menjadi suatu pujian bagi-Nya.

Sabtu, 23 Februari 2013

TERLALU PAGI

Aku pernah berjanji
aku takkan hidup tanpa rasa
namun ketika aku melaluinya
lebih baik hidup tanpa rasa.
Ketulusan dalam persahabatan
Menyadarkanku bahwa aku tak sendirian
kehadiran seseorang mampu hadirkan harapan.
Namun…
mencari yang tulus itu sulit
mencari yang jujur itu susah
apalagi mencari yang sempurna
itu ketakmungkinan.
Aku berusaha untuk menepati janjiku
tapi aku tak mampu mewujudkannya;
janjiku terlalu pagi.
Seperti seorang pelaut
Pikiranpun terpisah
Berlayar dibawah langit nitrogen yang biru dan luas
sampai hatiku hanyut
dimana warna biru timbul tenggelam karena kelelahan.
hati tersesat, lenyap entah kemana
bersama kawanan unggas melintasi cakrawala hati.
Aku tak bisa jadi sahabatmu untuk selamanya
karena aku tak hidup untuk selamanya.
aku tak akan jadi sahabatmu untuk saat ini
maupun yang akan datang
karena kamu adalah lebih dari sahabatku;
kamu adalah bagian dari hidupku.
Bersamamu ada banyak kisah yang belum terkisahkan
bersamamu, ada banyak cerita yang sudah terpatri
dalam dadamu aku mengelana
sepanjang musim berganti.
Pada atap hatimu,
rasa ini pernah aku titipkan.
Namun…
ternyata percayaku terlalu pagi
semuanya seperti akan berlalu.
Aku tak ingin mengenangnya dalam duka,
aku ingin atap hati
kembali melindungi ruang asa ini.
jangan biarkan aku menangis
sebagai akhir dari kisah yang pernah ada
dan yang ingin kamu lupakan
karena aku sosok lemah dan rapuh dalam ketiadaan.
Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya,
namun karena rasa ini;
aku mengatakannya juga.
pada istana hatimu,
kutitipkan rasaku.

Kamis, 14 Februari 2013

AKU DAN WAKTU

Purna waktu sebelum ada
aku seorang pengelana.
Mencari harap aku tiada,
masaku telah purna setelah aku ada.
Aku pengelana;
mengumpul debu aku tak mampu
menembusdinding-dinding keegoisan diri
karang-karang hatiku seperti kokoh
bahkan tak sanggup aku memecahkannya.
Bilur-bilur luka masa lalu indah menghiasi;
Engkau Yang Maha Ada,
Berikan aku setetes kasih
Tuk kuhancurkan dinding keegoisan
serta karang hatiku…
karena Dikaulah kekuatan dan karang hatiku.

MENGAIS WAKTU DITEPIAN HARI

Masaku sirna..
Hitammu gelapkan hatiku
Samar terbayang wajah dikegelapan
aku dan jalanku telah tiada
aku ingin bebas
Mencari antara batas waktu.
Ingin kuukir namamu antara bintang-bintang
Karena disana aku kan selalu memandang
jika kau jauh..
jika kau tiada.
Aku ingin mencintaimu dengan caraku
aku ingin mencintaimu dengan cara sederhana.
Aku tak tahu harus bagaimana,
tapi aku akan tetap mencintaimu
sampai batas usiaku.
Aku tak mampu untuk hidup
Aku seperti tiada punya pikiran;
mengisinya dengan angin.
Aku dihanyutkan oleh perasaan hatimu
Ketika hanya padamu rasa itu ada
akupun ditakuti oleh perasaanku sendiri
aku takut kalau kau tak ada rasa.
Aku takut karena belum masanya,
Aku telah tiada;
dan aku akan menyesal kalau rasamu ada
ketika aku telah tiada.
Aku mau kau ada
aku ingin kau selalu ada
karena kau adalah bagian dari hariku.

MENGAIS WAKTU DITEPIAN HARI

Masaku sirna..

Sabtu, 02 Februari 2013

NURANI

Tidak ada kejahatan atau keburukan didunia ini, selain yang berasal dari manusia. Semuanya tergantung dari kita. Tidak ada gunanya untuk saling menuduh atau melemparkan kesalahan. Hanya satu penyelesaian yang mungkin; memperbaiki diri atau bertobat. Seluruh dunia akan berubah bagi kita, yang penting kita mau merubah diri; mengubah hati kita sendiri. semua keburukan dan kejahatanberawal dari kebutaan hati nurani kita.
Seperti pepatah China kuno mengatakan: "orang yang tahu akan prinsip hidup yang benar, tidak dapat disamakan dengan orang yang mencintai prinsip itu". Hukum makin banyak dibuat oleh para tokoh Legislative, sebagai usaha untuk menyeimbangkan usaha manusia, karena manusia tidak berpegang erat pada prinsip kemanusiaan; namun prinsip dan ketentuan yang dibuat tidak menjadi pegangan bagi setiap kita dalam hidup. Perbuatan saling menipu ddan mengadili serta saling menjatuhkan selalu dan marak terjadi dimana-mana, dan bahkan hal ini bukan saja menjadi kebiasaan orang yang tidak beragama, tetapi pula sudah merambat kedalam kehidupan beragama.
Dosa besar manusia bersumber dari hal-hal kecil saja, seperti melihat keberhasilan orang lain sebagai penghinaan atas diri, tidak sanggup mengakui kelemahan diri, dan masih banyak yang lain yang tidak disadari dalam setiap hidup kita.
Ini menggambarkan Kita sebagai manusia sesungguhnya menunjukkan betapa lemah dan rapuhnya iman kita. Kebenaran dengan begitu mudahnya dipersalahkan dan kesalahan begitu mudah dibenarkan. Pribadi-pribadi seperti ini merasa diri bahwa merekalah yang paling benar, tidak mempunyai satu kesalahanpun. Namun ternyata semuanya itu hanya 'topeng' dibalik kekuasaan mereka. karena justru yang terjadi adalah: karena mereka mau menutupi kesalahan, kelemahan dan kekurangan dirinya sendiri. Orang lain menjadi kambing hitamnya, padahal kambing hitamnya adalah mereka sendiri.
Dengan hati yang murni, kejujuran dan ketulusan hati dibela, kita dimampukan untuk sungguh-sungguh mencintai seseorang, kebahagiaan orang tersebut yang diutamakan, walau itu menyakiti dirinya sendiri. Cinta sejati  sesungguhnya bersifat altruis; bukan untuk diriku, melainkan untuk orang yang kukasihi.
Yang lahiriah mengungkapkan yang bathiniah; karena dosa bermula dari hati manusia, dari kemauan dan pilihan untuk bertindak. tetapi, apabila kita jujur dan mau bertobat, niscaya semuanya akan berubah dan dengan keberadaan kita itu akan membawa perubahan dan pembaharuan dalam hidup kita.
"Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tetapi cinta yang tak terbatas hanya menginginkan cinta itu sendiri" (Kahlil Gibran)