Tidak ada kejahatan atau keburukan didunia ini, selain yang berasal dari manusia. Semuanya tergantung dari kita. Tidak ada gunanya untuk saling menuduh atau melemparkan kesalahan. Hanya satu penyelesaian yang mungkin; memperbaiki diri atau bertobat. Seluruh dunia akan berubah bagi kita, yang penting kita mau merubah diri; mengubah hati kita sendiri. semua keburukan dan kejahatanberawal dari kebutaan hati nurani kita.
Seperti pepatah China kuno mengatakan: "orang yang tahu akan prinsip hidup yang benar, tidak dapat disamakan dengan orang yang mencintai prinsip itu". Hukum makin banyak dibuat oleh para tokoh Legislative, sebagai usaha untuk menyeimbangkan usaha manusia, karena manusia tidak berpegang erat pada prinsip kemanusiaan; namun prinsip dan ketentuan yang dibuat tidak menjadi pegangan bagi setiap kita dalam hidup. Perbuatan saling menipu ddan mengadili serta saling menjatuhkan selalu dan marak terjadi dimana-mana, dan bahkan hal ini bukan saja menjadi kebiasaan orang yang tidak beragama, tetapi pula sudah merambat kedalam kehidupan beragama.
Dosa besar manusia bersumber dari hal-hal kecil saja, seperti melihat keberhasilan orang lain sebagai penghinaan atas diri, tidak sanggup mengakui kelemahan diri, dan masih banyak yang lain yang tidak disadari dalam setiap hidup kita.
Ini menggambarkan Kita sebagai manusia sesungguhnya menunjukkan betapa lemah dan rapuhnya iman kita. Kebenaran dengan begitu mudahnya dipersalahkan dan kesalahan begitu mudah dibenarkan. Pribadi-pribadi seperti ini merasa diri bahwa merekalah yang paling benar, tidak mempunyai satu kesalahanpun. Namun ternyata semuanya itu hanya 'topeng' dibalik kekuasaan mereka. karena justru yang terjadi adalah: karena mereka mau menutupi kesalahan, kelemahan dan kekurangan dirinya sendiri. Orang lain menjadi kambing hitamnya, padahal kambing hitamnya adalah mereka sendiri.
Dengan hati yang murni, kejujuran dan ketulusan hati dibela, kita dimampukan untuk sungguh-sungguh mencintai seseorang, kebahagiaan orang tersebut yang diutamakan, walau itu menyakiti dirinya sendiri. Cinta sejati sesungguhnya bersifat altruis; bukan untuk diriku, melainkan untuk orang yang kukasihi.
Yang lahiriah mengungkapkan yang bathiniah; karena dosa bermula dari hati manusia, dari kemauan dan pilihan untuk bertindak. tetapi, apabila kita jujur dan mau bertobat, niscaya semuanya akan berubah dan dengan keberadaan kita itu akan membawa perubahan dan pembaharuan dalam hidup kita.
"Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tetapi cinta yang tak terbatas hanya menginginkan cinta itu sendiri" (Kahlil Gibran)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar