Tak perlu menyukai semua yang ada pada diri seseorang atau sesuatu untuk mencintainya, cukuplah memberi sedikit ruang untuk menjadi sandaran disaat butuh seseorang untuk menjadi tumpuannya karena kebahagiaan bukan diperoleh dari mencintai tetapi bagaimana cara kita mencintai. Sering kita cenderung terjerat dengan tampang luarnya; tanpa mengenal isi dalamnya. Penerimaan diri seseorang dengan apa adanya; baik kelebihan maupun kekurangan; terbuka dan saling menghormati untuk sharing/berbagi pengalaman. Kesemuanya itu adalah bagian dari diri dan kemanusiawian yang tidak dapat dihindari karena ada dan melekat dalam diri setiap pribadi. Pada moment tertentu, kita sering lari dari kenyataan bahwa tidak seharusnya seperti itu, tidak boleh seperti ini namun tuntutan dan kemanusiawian itu tetap mendesak kita untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi setiap situasi dan persoalan yang ada. Potret tentang gambaran dan keberadaan diri seseorang dapat diketahui dari bagaimana ia menempatkan diri dalam menerima semua persoalan; baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Adalah lebih baik kalau dalam menghadapi persoalan yang menantang; kita mencari seseorang yang mampu mengarahkan diri kita sehingga tidak terjebak dalam kekeliruan dan bahkan kesalahan. Namun sebelum menemukan seorang figur yang siap mendengarkan; baiklah kita mendapati DIA yang selalu dan senantiasa ada bagi setiap kita, yang telah menjadikan segala sesuatu ada dan tiada dalam kekuatan-NYA. IA yang menjadikan segalanya ada dan tiada akan memberikan jalan terbaik yang kita butuhkan. Kedekatan/relasi yang baik dengan-NYA akan menjadikan segala sesuatu mudah untuk dihadapi dan dijalankan.
Rasanya singkat sekali hari yang dilalui; khususnya hari ini. Namun semakin larut dengan pikiran dan situasi; sebaiknyalah cepat berganti dan berakhir. Namun sebelum berakhirnya hari ini, pantaslah syukur pujian atas semua berkat dan kehidupan serta ada dan hadir bersama dalam satu kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab di panjatkan kehadirat-NYA. Karena atas berkat dan penyelenggaraan-NYA, kita masih diberi kesempatan untuk bertutur sapa dalam ada bersama baik di dunia nyata; maupun di dunia maya. Begitu banyak kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri ini namun IA Yang Maha Ada menjadikan semuanya ada dan indah. Setahun yang lewat telah IA berikan untuk semakin mantap menatap hidup dalam menata diri meniti panggilan. Sujudku karena sampai saat ini masih dapat ada dan hadir bersama di tengah orang-orang hebat yang selalu memperkayaku dengan segala ada dan ketiadaannya. Kadang aku menyimpang dari jalan yang IA berikan karena kesesatan dan kemanusiawianku. Kadang aku hanya mempersulit keadaan orang-orang yang mencintaiku dan mengecewakan mereka dengan sikap dan adaku. Semoga IA memampukanku untuk menggunakan sisa usiaku yang IA berikan ini dengan baik dalam tugas dan karya pelayananku; karena tiada yang tahu kapan usia ini berakhir dan bagaimana berakhirnya. Trimakasih buatmu semua yang telah dengan cara masing-masing telah mencintai dan mendukungku. Trimakasih kepada sama saudaraku se-komunitas; SVD Ruteng khususnya dan sama saudaraku di Provinsi SVD Ruteng pada umumnya dan teman-teman di Komisi JPIC SVD Ruteng yang selalu dan senantiasa ada bersama; trimakasih kepada kakek, nenek, dan anggota keluarga besar Simu dan pertaliannya yang telah berpulang; yang senantiasa mendoakanku; trimakasih bapak-mama; saudara-saudari, orang tua dan kakak, adik (orang tua angkat), para pecintaku yang tentu selalu menjagaku dalam doa-doanya dan kepada kerabat-keluarga, handaitaulan, trimakasih juga kepada orang yang selalu memberi support dalam segala hal yang selalu mendoakan walau kadang menyakitinya dan semua sahabat dunia luar yang juga senantiasa memberi semangat walau hanya dalam tutur (ucap-sapa) lewat media sosial dan juga kepada semua pencinta tanpa nama; trimakasih banyak. Suka duka dalam ada dan hadirku adalah catatan-catatan yang memberi makna pada setiap lembaran yang menjadi buku kehidupanku; Semuanya adalah bagian dari sejarah yang tiada terlewatkan dalam lembaran-lembaran di buku hidupku selama setahun yang lewat.
Mohon maaf untuk semua salah dan khilaf dalam segala tugas dan tanggungjawab yang diberikan dimanapun berada; sehingga dengannya dapat membantuku menata diri menjadi lebih baik di hari-hari mendatang. Tegurlah aku bila salah dalam adaku; karena aku bukan siapa-siapa tanpa kalian. Karena kamu adalah aku yang berdiam dalam adamu dan menjadi cermin menata diri menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Doamu; harapku. Kita saling mendoakan.