Yesus pada hari-hari ini menghadapi hari-hari gelap; menghadapi pengadilan dan hukuman mati. Orang mengatakan dan ahli hukum mengatakan: “bila hukum melawanmu, bicaralah tentang fakta-fakta; bila fakta-fakta melawanmu, bicaralah hukum. Bila hukum dan fakta melawanmu, menghindarlah.” Menghadapi kedua hal ini, Yesus tidak mengelak dan Dia tetap maju. Dia memasuki kota Yerusalem dengan segala kemegahan, diiringi ribuan rakyat. Peristiwa ini sungguh menggemparkan. Berlainan dengan para raja/pejabat zaman ini turun lapangan dengan mengendarai mobil, dikawal dengan pasukan berlapis. Yesus memasuki kota Yerusalem sebagai Raja Abadi dengan menunggang keledai, bukan dengan kuda tunggang yang gagah atau mobil mewah. Keledai bodoh dipilih sebagai tunggangan kemuliaan, makluk sederhana tetapi bekerja keras dan seringkali membawa beban berat. Raja Mulia dan Abadi memilih cara ini menjadi kekuatan untuk tetap maju. Dialah Raja tersalib. Dia maju berjalan sampai Kalvari dan kematian-Nya.
Terpujilah Dia Yang Datang Atas Nama Tuhan
Semoga Yesus Sang raja yang memasuki Kota Yerusalem, memasuki dan merajai hati kita, agar hidup kita menjadi suatu pujian bagi-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar