Menagih pada bulan
akan cakrawala malam yang karam
rapi oleh jutaan bintang
mengapa ia setia di sana
di setiap malam-malamnya?
Sesekali hasrat memaksa bintang-bintang
untuk memberi satu jawaban pasti
mengapa ia begitu indah di penghujung mata?
sering bermain angan menjebaki realita kehidupan..
tetapi terasa tertangkap pada satu kenyataan yang tepat
untuk tidak berkomitmen banyak,
atau harus mencari alasan untuk membenarkan diri
karena sesungguhnya
semuanya di ciptakan untuk menjadi pelengkap
bukan menjadi milik seorangpun.
Terbungkam karena penghujung ceritera itu
bagai menatap kosong pada kenyataan
atau impian terbentur pergumulan
perlahan hilang di pagi yg baru
ibarat embun pagi di terpa cahya mentari.
Tertegun menyemangati jiwa
merapikan pikiran untuk tidak berlari
mengejar bayangan semu
berdiri dengan kaki pada titik kepastian
walau hati mengajak aku untuk menangis dikedalaman.
Tidak!!!!
Aku ingin berhenti di sini..
pada titik yang ku gariskan..
tak peduli berapa kali lagi deretan kata
mengucapkan salam.
Yang pasti mentari tetap di atas langitku
menuntun ceritera pada setiap putaran rotasinya.
Ceritera....
terbungkam aku di dalammu
bukan berarti aku kalah
di dalammu ku paparkan lembaran baru
tentang terang di tengah malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar