Jumat, 20 Februari 2015

BENIH DAN KE-AKU-AN

Tuhan, mengapa aku terlahir seperti ini
Mengapa aku yang lemah ini
Kau biarkan untuk menderita?
Ku coba tersenyum namun hampa hatiku
Kuingin pergi saja
Mengapa Engkau tak membawaku
Mengapa aku harus terus jalani semua ini
sementara aku Kau sapa dijalan-Mu?
Hidup dalam senyuman yang pahit dan hampa…
Haruskah aku terus seperti ini?
Haruskah aku terus berpura-pura?
Tertawa dalam kekosongan
Tuhan ku ya Allahku
Siapakah aku ini sesungguhnya
Hingga aku terus menderita
dengan penderitaan yang tak mau berakhir?
Bawa aku Tuhan….
Ku tak ingin terus hidup seperti ini
Menangis sudah tak sanggup
menanti aku lemah
ku tak sanggup lagi ya Tuhanku..
Sampai kapan ku alami semua ini?
Benih itu jatuh terkulai..
Ia terseret peluh keegoan..
bahkan mati termakan debu.
Benih itu adalah hidup
hidup yang disia-siakan
semua karena angan dan ilusi.
Namun ampunku ya Tuhan..
semoga Dikau Yang Maha Tahu
mendengar jeritan hamba-Mu
bersama benih pada debu yang telah lenyap
jangan biarkan debu menjadi bagiannya
tetapi angkatlah ke pangkuan-Mu yang Kudus
buatlah dia berarti bagi-Mu.
Andai saja waktu dapat ku hentikan
Aku tak ingin terlahir ke dunia
Aku tak ingin mengenal arti semuanya
Aku tak ingin mengenalnya
Sedih hatiku ini memikirkannya
Namun hidupku terus berjalan.
Tuhan.... Sujudku pada benih
ampun ku pinta dari-Mu
demi benih dan hidup
yang telah menjadi debu
pada ke-aku-an ku dan ke-aku-annya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar