Sabtu, 01 Agustus 2015

Angka dan Kejujuran

 Agustus, bulan yang sungguh menegangkan. Dalam penantian itu kita berjalan. Jejaki masa dalam keberadaan kita. Bulan yang penuh makna. Bulan dimana kebenaran tentang kita dinyatakan, juga bulan ketulusan dimurnikan. Di Kota itu kita berjalan, tapaki hari dalam hening. Kemurnian itu diuji dan memang teruji dengan berargumen sudah tiada tentang suatu hitungan; angka. Ya “angka”, angka yang menentukan. Angka antara tanggal dan sejenisnya. Angka itu terpampang dalam kelabunya hati. Sangkakan angka itu telah tiada, itulah sebuah narasi tentang angka. Diam menjadi jalan menentukan angka. Tahun ini di bulan yang sama, pada suatu fase yang serupa angka yang sama menyatakan diri lagi, narasi itu terkuak bukan sebagai kalimat, tetapi sebagai kata. Kata yang menanyakan, juga kata yang bertanya tentang angka. Dimana? Diantara dua ada satu; lalu di kali dua dan ditambahkan dua membulatkan angka, menuju satu kesempurnaan. Itulah akhir dari angka itu.

Angka itu misteri, misteri hati. Yang hanya dapat dijawab dengan: Kejujuran dan ketulusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar