Terlukis kisah di senja hampir purna.
Ia bagimu hanya seperti senja;
Pada saatnya muncul
pada waktunya juga menghilang.
Kisah senja itu menjadi catatan luka yang tergores
Mungkinkah senja berikut terulang?
Atau hanya sebatas angan menjemput malam?
Senja yang pergi adalah bagian dirinya.
Banggamu menoreh luka
Senja tersayat seiring datangnya malam
Hingar bingar dan redup lampu jalan menghiasi tapak
menjadi warna setiap langkah yang lelah meraih senja.
Padamu hanya bangga padanya
karena terlalu dini di senja yang malang
padamu hanya impian meraih pagi
yang akan teraih disaat masanya.
Pergilah,
raih pagimu bersama kebangaan
dialah lagumu yang selalu didendangkan di setiap masa
dialah yang akan di jumpai pada siang, petang dan malammu.
Biarlah senja tersayat
melebur dalam kelam malam tuk bersamamu raih bahagia
pada pagi yang menjemput
Kenangan senja ini akan melebur bersama dingin kota dingin
Senja Bernyawa.

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar