Jumat, 11 Januari 2013

JUJURMU

Sepenggal kisah kau titipkan tukku
sebait pengalaman kau beberkan buatku
dan semua tergores indah dalam lembaran ini.
Kubuka lagi lembaran demi lembaran
disana terlukis indah tentangmu
disana pula ada cerita tentang kita.
Ada kisah yang pupus termakan waktu
ada pula kisah yang sirna karena kata.
Sebuah kata terucap lewat bibirmu
namun sayang katamu itu bukan tukku.
Sebuah nama kau beberkan untuk ku kenal
namun tiada kukenal.
Bertanya pada mereka yang kukenal
namun tiada juga mereka mengenal.
Kau berikan aku kata
kau berikan pula aku bahasa,
bahasa mulutku adalah ucapan bibirmu
kuterima sebagai bukti kalau kau masih ada.
Namun ketika aku berkata,
ketika aku berbahasa,
aku bohong; katamu.
Aku tahu, aku bukan penyair
karena syairku tak seindah syairnya
Syairku gelap
karena Syairku kutulis dalam hati.
Kuharap kau dapat membaca syair hatiku
namun..
syairku tak terbaca olehmu.
Syairku hilang
Syairku termakan syair namanya.
Kau tahu apa yang kutahu
tapi aku tak tahu apa yang kau tahu
karena itu, kuharapkan jujurmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar