Senin, 14 Januari 2013

DALAM KENANGAN

Tuhan penguasa, kepada siapa lagi aku harus berseru?
Kau berikan aku seorang pribadi yang kuat, tegar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Kau temani dia dalam sepanjang sejarah hidupnya. Semua menjadi begitu mudah ketika Engkau bersamanya, semua begitu mudah ketika dia bersama kami, Semuanya menjadi indah.

Kau berikan dia waktu untuk temukan tempat dimana ia harus hidup.
Dengan kuat kuasa-Mu Kau  beri dia berarti bagi kami.
Dengan angin desah nafas-Mu, dengan samudera luas, dan sungai-sungai bahkan dengan api Engkau berikan semuanya untuk dinikmatinya.
Engkau mendebarkan hatiku, dengan mujizat-mujizat yang tak dapat aku pahami yang Engkau berikan kepadanya. Dengan semuanya itu, Kau bimbing dan Kau arahkan dia untuk menghormati hidup.
Sekalipun orang memberikan harta kepadanya, ia takkan pernah puas dengannya. Ia akan puas kalau ia dapat memaknai hidup yang Engkau berikan kepadanya.
Namun kini, semuanya itu hanya menjadi kenangan kami bersamanya. Empat belas Januari Dua Ribu Dua Belas (pukul 15.30) Engkau menghendakinya sehingga ia kembali kepada-Mu. Aku dan mereka merindukan pribadi sepertinya hadir lagi untuk bersama kami merajut hidup dalam ziarah panggilan kami, namun misteri-Mu jauh melebihi kebutuhan kami. Kami rindu untuk ada bersamanya, namun kami tak tahu kapan itu terjadi. Kami hanya berharap pada-Mu, agar Engkau yang kini ada bersamanya menyampaikan maaf kami buatnya untuk segala kekurangan dan kelemahan yang telah kami perbuat terhadapnya dan terimakasih kami karena kehadirannya didunia telah menghadirkan kami juga untuk melanjutkan karya-Mu, dan kehadirannya ditengah kami telah menjadi mujizat bahwa Engkau bersama kami, Engkau hadir dalam dirinya.

Kakek, selamat berbahagia bersama Bapa di Surga. Doakan kami yang masih berziarah di dunia ini.

Mengenang satu (1) tahun meninggalnya kakek tercinta; Martinus Mali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar