Darimu aku berasal. Bersamamu aku melangkah. Merajut hari pada lembar hidup. Menyulamnya pada bingkai yang berhiaskan suka, duka, pahit dan getir tentang utuh riwayat sepanjang nafas yang masih terberi.
Duka yang lewat kiranya engkau tinggalkan, dan bahagia yang kau beri jadi kekuatan untuk melangkah jauh pada kaki yang tatih, Susuri setiap aliran tanpa harus menolah lara yang terbawa arus edan zaman ini.
Simpuh syukur padamu Maret, kau beri semua menjadi lukisan hidup yang indah. Meninggalkan dan ditinggalkan kau berikan untuk bijak dan akhirnya kuat dalam kebijakan. Kau hilangkan pada awalmu, dan kau bertahan juga pada akhirmu.
Tiada lagi padaku semua alasan tuk bahagia karena kau renggut semua kala kunikmatinya. Kau beri pahit yang sungguh dalam bahagia sejengkal, namun itu alasan aku bertahan sampai kini. Lemah kuatku kau ketahui. Dan KAU yang Maha; trimakasih untuk maret-MU. "....Jadilah kehendak-MU."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar